BAB
1. Nilai-nilai Dasar Kepercayaan ( part 3 )
Mari kita lanjutkan pembahasan
sebelumnya , setelah kita sudah mengetahui indikator dzat yang bisa disebut
Tuhan , maka kita harus mencari agama-agama yang terdapat pada di dunia ini,
dan kita harus mengetahui konsep ketuhannya dan pembawa agama tersebut,
sehingga kita bisa mengikuti agama tersebut karena agama yang benar akan dan
pasti mengarahkan kita pada kebenaran.
Maka dari itu, untuk menompang tata
nilai dari sebuah agama maka kebenaran itu harus pada sumber kebenaran itu
sendiri atau pangkal kebenaran itu sendiri, dan pangkal dari kebenaran tersebut
haruslah mutlak, kebenaran yang mutlak adalah Allah SWT ( pembuktian konsep
ketuhanan dan pembawa agama tidak saya jelaskan disini , karena untuk
menghormati agama lain).
Dengan mengetahui sebuah agama yang
bersumber pada pangkal kebenaran yang mutlak yaitu Allah , maka kita harus
meng-Imani dan menyakini bahwa hanya Allah lah tuhan yang Esa , sehingga kita
harus membuat sebuat komitmen dan persaksian bahwa " Tiada Ada Tuhan
Selain Allah " , di Kalimat tersebut terdapat 2 point yang harus kita
fahami yaitu Peniadaan dan Pengecualian , berarti dari kata peniadaan dan
pengecualian ini maka Allah menjadi hal yang mutlak kita sembah , dengan kesimpulan
bahwa Allah lah yang menjadi kebenaran yang mutlak dengan kalimat komitmen dan
persaksian diatas, sebuah tata nilai kebenaran akan kita dapatkan jika kita
pasrah dan tunduk kepada allah agar hidup kita tertompang pada kebenaran yang
mutlak , tunduk dan pasrah adalah Islam.
Setelah kita mengetahui agama yang
menjadi penompang hidup kita adalah Islam , maka kita harus mencari ajaran
Islam itu, dan kemana harus kita cari ? maka kita harus mencari dari pembawa
agama Allah tersebut, dan pembawa sekaligus penyempurna agama yaitu Nabi
Muhammad SAW. Maka dari kalimat persaksian pertama yaitu "Tiada Tuhan
Selain Allah" maka kalimat
persaksian yang kedua dan harus kita ucapkan adalah " dan Muhammad Adalah pembawa ajaran Allah
". Didalam agama islam kedua kalimat tersebut ialah Syahadat, dalam
terjemahan bahasa arabnya "Asyahadu an-la ilaaha illallaah Wa asyhadu anna
Muhammadan Rosulullah".
Kenapa kita harus bersaksi kepada Nabi
Muhammad SAW sebagai pembawa wahyu Allah berupa Islam? , logika sederhana jika
kita menyakini bahwasanya seseorang maka kita akan percaya bahwa seseorang itu
memang berbicara benar , karena seseorang dengan seseorang itu ranah manusia
dan hati manusia yang tahu hanyalah Allah sendiri maka kebenaran seseorang
tersebut masih dipertanyakan, tetapi yang menyuruh untuk bersaksi bahwa seorang
Muhammad adalah pembawa ajaran dari Allah dan allah adalah pangkal kebenaran
maka semua yang bersala dari Nabi Muhammad haruslah dan memang 100% benar ,
karena datangnya dari Allah sendiri 9 Seseorang dengan tuhannya), dan Wahyu
atau sebuah pengajaran itu datangnya langsung dari Allah sendiri .
TO BE CONTINUED TO Part
4
By : Diqulisme
Tidak ada komentar:
Posting Komentar