Sabtu, 05 Desember 2015

NDP ( Himpunan Mahasiswa Islam) by : Diqulisme

NDP 2. Pengertian Dasar - dasar Kemanusiaan ( part 1 )


       Setelah membahas Bab 1 tentang Dasar - dasar Kepercayaan maka lanjutan dari pembahasan yaitu Pengertian Dasar-dasar Kemanusiaan, sebelum memasuki bab ini maka kita harus mengikuti aturan yang sudah tertera di tata nilai yang sudah di wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yaitu -islam, oleh karena itu semua literatur tentang manusia pastilah akan benar karena memang dasar-dasar kemanusiaan diberi langsung dari pangkal kebenaran itu sendiri yaitu Allah.

         Manusia yang sesuai tata nilai ajaran islam adalah Khalifah fil ard yaitu pemimpin dibumi , kenapa seperti itu ? Manusia adalah makluk ciptaan Allah yang paling sempurna daripada makluk yang lain seperti jin , malaikat ,batu, tumbuhan, hewan . Menurut cerita dalam kitab Al-Qur'an bahwasanya sebelum Nabi Adam turun ke bumi Jinlah yang pertama kali hidup di bumi , seperti saat kita ini , jin juga bermasyarakat dan memiliki utusan atau nabi untuk membenarkan jalan mereka , tetapi jin malah membunuh utusan Allah tersebut, karena jin berasal dari api maka sifat ganasnya tidak pernah bisa hilang , di bumi Jin selalu berperang karena sifatnya itu , tetapi ada Jin yang sangat patuh dan taat kepada allah sehingga allah memberinya sebuah hadiah Sayap , Jin ini bernama Iblis. Dengan mukjizat allah berupa sayap itu Jin mulai berkeinginan untuk menuju ke langit 7 dan bertemu dengan Allah, dengan susah payah akhirnya sampai juga dan bisa berbincang dengan Allah , saat disitu Iblis dan Malaikat meminta ijin kepada Allah untuk memberantas Jin yang membelot dari taat kepada Allah, sehingga Iblis dan Malaikat pun turun ke bumi untuk membunuh semua Jin yang ada di Bumi , setelah mendapatkan kemenangan atas ijin Allah , malaikat dan iblis pun kembali ke hadapan Allah.

          Setelah kejadian yang ada di bumi Allah pun ber-Iradat untuk menggantikan pemimpin di bumi , karena ketidakpatuhan jin yang sudah ditunjuk sebagai pemimpin dibumi tetapi tidak bisa menjaga amanat Allah tersebut karena pada Hakikatnya Jin berasal dari Api. Nah disinilah sifat alami Iblis yang juga berasal dari api pun muncul, iblis merasa dialah yang akan menjadi pemimpin di bumi karena prestasinya yang sangat tinggi sekali yaitu taat kepada allah, disinilah Nabi Adam diciptakan, dengan retorika ketaatan Malaikat dan kemungkaran iblis dan melalui sandiwara drama yang di sutradarai Allah akhirnya Adam pun diturunkan kebumi.

          Kesimpulan yang bisa diambil diatas kenapa manusia ialah makluk Ciptaan Allah yang sempurna dibanding makluk lain , malaikat adalah makluk allah yang sifat mungkarnya amat kecil sekali bahkan tidak ada , karena malaikat selalu bertasbih memuji Allah setiap waktu , Iblis karena hakikat penciptaan dari api maka sifat ganas, iri, dan kemungkaran sangat tinggi sekali , sedangkan manusia ? manusia memiliki kedua sifat yang dominan pada 2 makluk tersebut sehingga jika manusia sifat patuhnya kepada Allah tinggi maka dia bisa melebihi malaikat dan jika manusia sifat kemungkarannya melebihi iblis maka manusia itu lebih jelek dan hina daripada Iblis, disini pembanding antara makluk ciptaan Allah yaitu malaikat , Iblis ( Jin ) , Manusia diranah alam I-materi sedangkan diranah alam materi yaitu Alam semesta ini ada benda mati , tumbuhan , hewan dan manusia.
1. Anima Vegeta
    Tumbuhan , yaitu makluk ciptaan Allah yang hanya bisa tumbuh dan berkembang , dan tidak bisa berjalan, tidak memiliki perasaan
2. Anima Animalia
    Hewan , yaitu makluk ciptaan Allah yang bisa tumbuh dan berkembang , bisa berjalan , dan memiliki perasaan hewan yang sudah di trahkan Allah kepada hewan itu. memiliki naluri.
3. Anima Inteleqta
     Manusia , yaitu ciptaan Allah yang bisa tumbuh kembang , bisa berjalan , memiliki naluri , memiliki perasaan , dan berakala ( berfikir maju atau berkembang )


TO BE CONTINUED TO PART 2

         

Jumat, 04 Desember 2015

NDP ( Himpunan Mahasiswa Islam) by : Diqulisme

NDP 1. Nilai-nilai Dasar Kepercayaan ( part 5 )

     Setelah membicarakan Tauhid maka setidaknya kita harus mematuhi apa yang sudah di ditetapkan oleh Allah , atau bisa saya simpulkan setelah kita Iman maka Kita harus Taqwa, karena sebuah tata nilai dari Allah yang berbentuk Islam itu akan kita capai secara sempurna apabila Iman Tauhid) dan Taqwa kita sudah lakukan.

     Apa itu Taqwa , Taqwa dalam definisi saya sendiri adalah mematuhi perintah dan menjauhi larangan yang sudah terpaparkan dari tata nilai dalam Islam itu sendiri , sehingga kita menyebutnya Way of Life untuk menuju kehidupan yang damai, maka dari itu kita harus mena'ati segala yang ada pada tiap-tiap tana nilainya. nah pertanyaan kita alur bagaimana Taqwa itu bisa samapai ke kita ? tadi kita sudah berbicara masalah Taqwa yaitu sebuah tata nilai yang di peruntukkan kepada manusia sebagai penompang hidup , berarti dari mana tata nilai itu ? Yaaaa dari Allah sendiri toh !! Allah mewahyukan sebuah tata nilai berupa Islam kepada Nabi muhammad SAW, tidak sembarang orang untuk bisa mendapatkan sebuah Tata nilai yang datangnya langsung dari Allah, karena Allah pun mengatur secara Logika agar apapun yang di ucapkan ,dilakukan yang bersumber langsung dari Allah dapat dipercayai oleh masyarakat atau suatu kaum.

      Nah, jika kita tahu bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan yang membawa tata nilai Allah berupa Islam , maka kita juga harus memyakini orang yang bernama Muhamad SAW tersebut . sehingga kita bisa mengikuti ajaran yang dibawanya yaitu Islam. karena sudah dijelaskan dipart 2 bahwa kita kalau menyukai seseorang maka kita pun akan mudah menangkap omongannya serta mengikuti ajaran yang dia bawa.

ini penjelasan NDP HMI dari Diqulisme ..

Wasalamua'alaikum wr. wb .

Kamis, 03 Desember 2015

NDP ( Himpunan Mahasiswa Islam) by : Diqulisme

BAB 1. Nilai-nilai dasar kepercayaan  ( part 4)

         Sebuah ajaran yaitu islam adalah agama yang dibawa Nabi muhammad sebagai penutup dan penyempurna untuk mengatur tatanan apapun yang ada di dunia, saat kita berkata islam pasti yang pertama kali harus kita tahu adalah Rukun iman dan Rukun islam. Mengkutip dari buku karya M. Bey Arifin yang berjudul mengenal tuhan , rukun iman dan rukun islam di ibaratkan pohon yang memiliki akar, batang , dahan ,ranting,daun, buah .

nah, kita bisa lihat gambar disamping , akar pohon atau bagian pohon yang berada dibawah tanah yang tak terlihat , di ibaratkan sebagai iman seseorang, disitu kita bisa melihat jika akar pohon semakin kuat dan banyak maka apa yang terjadi pada batang , dahan ,ranting, daun ,buah ? sebuah kemantapan dalam berkembang hiduplah yang didapat , tak mudah tergoyahkan oleh hembusan angin karna akar sangat kuat sekali, dan si pohon pun bisa menghasilkan buah yang bisa berrmanfaat bagi kehidupan lainnya. Seperti layaknya iman, jika seorang manusia memiliki iman yang sangat mantap maka argumen aapaun dengan cobaan seberat apapun dia hidup dibumi ini tak akan pernah berputus asa, dan selalu ber orientasi pada kebenarn yang mutlak itu dan kebenaraan yang mutlak hanyalah Allah semata , maka output dari kehidupannya adalah sebuah pola pikir yang selalu meningkatkan Habluminannas dan Habluminallah.

        Tak seperti pohon disampin ini , itu adalah percontohan jika iman atau bagian pohon yang tak terlihat tidak kuat , maka dahan besertan bagian-bagian lainnya pun pasti akan kering dan mudah terkoyahkan oleh angin. Dan sekali lagi itu sama dengan manusia , jika manusia blum memiliki keimanan yang blum mantap maka apa yang akan terjadi ? manusia itu dalam berjalan menjalani hidupnya pastilah akan selalu gundah resah , dan pada akhirnya manusian tersebut tidak dapat memberi manfaat kepada manusia yang lain. 

          Semua itu akan bisa ckita dapat jika kita mengimani Allahlah Tuhan semesta alam , bisa kita sebut sebagai Tauhid , apa itu tauhid ? tauhid adalah mempercayai akan ke-Esaan Allah .

TO BE CONTINUED TO PART 5
By : Diqulisme

NDP ( Himpunan Mahasiswa Islam) by : Diqulisme

BAB 1. Nilai-nilai Dasar Kepercayaan ( part 3 )

       Mari kita lanjutkan pembahasan sebelumnya , setelah kita sudah mengetahui indikator dzat yang bisa disebut Tuhan , maka kita harus mencari agama-agama yang terdapat pada di dunia ini, dan kita harus mengetahui konsep ketuhannya dan pembawa agama tersebut, sehingga kita bisa mengikuti agama tersebut karena agama yang benar akan dan pasti mengarahkan kita pada kebenaran.

       Maka dari itu, untuk menompang tata nilai dari sebuah agama maka kebenaran itu harus pada sumber kebenaran itu sendiri atau pangkal kebenaran itu sendiri, dan pangkal dari kebenaran tersebut haruslah mutlak, kebenaran yang mutlak adalah Allah SWT ( pembuktian konsep ketuhanan dan pembawa agama tidak saya jelaskan disini , karena untuk menghormati agama lain).

      Dengan mengetahui sebuah agama yang bersumber pada pangkal kebenaran yang mutlak yaitu Allah , maka kita harus meng-Imani dan menyakini bahwa hanya Allah lah tuhan yang Esa , sehingga kita harus membuat sebuat komitmen dan persaksian bahwa " Tiada Ada Tuhan Selain Allah " , di Kalimat tersebut terdapat 2 point yang harus kita fahami yaitu Peniadaan dan Pengecualian , berarti dari kata peniadaan dan pengecualian ini maka Allah menjadi hal yang mutlak kita sembah , dengan kesimpulan bahwa Allah lah yang menjadi kebenaran yang mutlak dengan kalimat komitmen dan persaksian diatas, sebuah tata nilai kebenaran akan kita dapatkan jika kita pasrah dan tunduk kepada allah agar hidup kita tertompang pada kebenaran yang mutlak , tunduk dan pasrah adalah Islam.

      Setelah kita mengetahui agama yang menjadi penompang hidup kita adalah Islam , maka kita harus mencari ajaran Islam itu, dan kemana harus kita cari ? maka kita harus mencari dari pembawa agama Allah tersebut, dan pembawa sekaligus penyempurna agama yaitu Nabi Muhammad SAW. Maka dari kalimat persaksian pertama yaitu "Tiada Tuhan Selain Allah"  maka kalimat persaksian yang kedua dan harus kita ucapkan adalah "  dan Muhammad Adalah pembawa ajaran Allah ". Didalam agama islam kedua kalimat tersebut ialah Syahadat, dalam terjemahan bahasa arabnya "Asyahadu an-la ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan Rosulullah".

         Kenapa kita harus bersaksi kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa wahyu Allah berupa Islam? , logika sederhana jika kita menyakini bahwasanya seseorang maka kita akan percaya bahwa seseorang itu memang berbicara benar , karena seseorang dengan seseorang itu ranah manusia dan hati manusia yang tahu hanyalah Allah sendiri maka kebenaran seseorang tersebut masih dipertanyakan, tetapi yang menyuruh untuk bersaksi bahwa seorang Muhammad adalah pembawa ajaran dari Allah dan allah adalah pangkal kebenaran maka semua yang bersala dari Nabi Muhammad haruslah dan memang 100% benar , karena datangnya dari Allah sendiri 9 Seseorang dengan tuhannya), dan Wahyu atau sebuah pengajaran itu datangnya langsung dari Allah sendiri .

TO BE CONTINUED TO Part 4

By : Diqulisme

Rabu, 02 Desember 2015

NDP ( Himpunan Mahasiswa Islam) by : Diqulisme

BAB 1. Nilai-nilai Dasar Kepercayaan ( part 1 )

Berbicara masalah agama yang benar dengan agama yang salah adalah sebuah masalah yang terus di kaji atau di bahas secara sendiri dan tidak menyorak-sorakan dan mengvonis bahwa kamu agama (A) adalah agama yang salah karna dengan cara itu ,tidak membuat perdamaian malah –malah  akan membuat sebuah suatu permusuhan yang berakibatkan perang agama sampai berdarah darah karna terkait dengan agama sendiri sendiri.
Agama adalah sebuah nilai-nilai yang di anut suatu kaum atau kelompok yang membuat kaum itu memiliki keteraturan dalam hidup, nah konsep ini bisa kita sebut sebuah kepercayaan. kepercayaan adalah suatu keadaan batin / hati untuk mengikuti sebuah benda/dzat sebagai pegangan hidup atau bisa kita bilang kretek nang ati. Disinilah peran kepercayaan disetiap individu, kepercayaan yang akan menghasilkan tata nilai untuk menompang kebudayaan sehingga seseeorang individu yang tidak memiliki keyakinan maka hidupnya nampak seperti kapal tanpa kapten yang terombang-ambing terkena hantaman ombak tak tentu arah mau kemana akan pergi.
Tetapi dengan adanya kepercayaan seseorang individu akan memiliki ketereturan dalam kehidupan sehari hari ada tujuan, fungsi dan peran yang sangat jelas maka dari itu kepercayaan sangat berpengaruh pada pribadi individu dalam filsafat HmI berkata ,"Pemahaman yang salah akan mengakibatkan Pola Pikir yang salah,Pola Pikir yang akan mengakibatkan Perilaku yang salah. suatu contoh si A memiliki pemahaman salah bahwa patung adalah tuhan sehingga pola pikir nya tuhan sebagai patung pikiranya yang tuhan sebagai patung harus di buat sedemikian rupa sesuai dengan kekuatan yang ada sehingga si A berprilauku jika tuhan patung adalah berbentuk matahari maka mereka menyembah matahari dengan situasi yang di buat si A sendiri karna allah memiliki sifat iradat (kemauan) maka bisa saja allah meridhoi apa yang di lakukan si A yang mengakibatkan pengaruh ke masyarakat  umum dan berakibat mereka mengikutinya, nah disini peran akal dan hati nurani untuk untuk memilah mana yang benar dan mana yang salah.
Agar kita tidak salah dalam memahami Kepercayaan maka  dalam memilih kepercayaan itu harus berpandangan dan menjalur kepada kebenaran yang mutlak dan hakiki, kebenaran yang benar adalah pangkal kebenaran itu sendiri, kebenaran atau pangkal kebenaran yang bersumber dari pencipta yaitu tuhan.
Kita pasti sepakat, semua alam semesta beserta isinya tidak mungkin tercpta terbentuk dengan sendiri tanpa sebuah creator /pencipta,  secara logika akal dengan system dan luasnya alam semesta ini siapa pembuatnya? kalian semua akan berpikir dialah sang maha hebat, cerdas dan segal- galanya maka dari itu hanyalah Tuhan yang bisa ..

Pertanyaannya, siapa tuhan yang harus kita anut ? karena banyak sekali agama dengan cara mereka masing-masing dan tuhan mereka msing-masing. Nah disinilah guna Instrument pengetahuan ( Indra, akal, hati nurani ) untuk mencarinya ....


TO BE CONTINUED TO Part 2
By : Diqulisme 

Senin, 30 November 2015

NDP ( Himpunan Mahasiswa Islam) by : Diqulisme

BAB 1. Nilai-nilai Dasar Kepercayaan ( part 1 )

Berbicara masalah agama yang benar dengan agama yang salah adalah sebuah masalah yang terus di kaji atau di bahas secara sendiri dan tidak menyorak-sorakan dan mengvonis bahwa kamu agama (A) adalah agama yang salah karna dengan cara itu ,tidak membuat perdamaian malah –malah  akan membuat sebuah suatu permusuhan yang berakibatkan perang agama sampai berdarah darah karna terkait dengan agama sendiri sendiri.
Agama adalah sebuah nilai-nilai yang di anut suatu kaum atau kelompok yang membuat kaum itu memiliki keteraturan dalam hidup, nah konsep ini bisa kita sebut sebuah kepercayaan. kepercayaan adalah suatu keadaan batin / hati untuk mengikuti sebuah benda/dzat sebagai pegangan hidup atau bisa kita bilang kretek nang ati. Disinilah peran kepercayaan disetiap individu, kepercayaan yang akan menghasilkan tata nilai untuk menompang kebudayaan sehingga seseeorang individu yang tidak memiliki keyakinan maka hidupnya nampak seperti kapal tanpa kapten yang terombang-ambing terkena hantaman ombak tak tentu arah mau kemana akan pergi.
Tetapi dengan adanya kepercayaan seseorang individu akan memiliki ketereturan dalam kehidupan sehari hari ada tujuan, fungsi dan peran yang sangat jelas maka dari itu kepercayaan sangat berpengaruh pada pribadi individu dalam filsafat HmI berkata ,"Pemahaman yang salah akan mengakibatkan Pola Pikir yang salah,Pola Pikir yang akan mengakibatkan Perilaku yang salah. suatu contoh si A memiliki pemahaman salah bahwa patung adalah tuhan sehingga pola pikir nya tuhan sebagai patung pikiranya yang tuhan sebagai patung harus di buat sedemikian rupa sesuai dengan kekuatan yang ada sehingga si A berprilauku jika tuhan patung adalah berbentuk matahari maka mereka menyembah matahari dengan situasi yang di buat si A sendiri karna allah memiliki sifat iradat (kemauan) maka bisa saja allah meridhoi apa yang di lakukan si A yang mengakibatkan pengaruh ke masyarakat  umum dan berakibat mereka mengikutinya, nah disini peran akal dan hati nurani untuk untuk memilah mana yang benar dan mana yang salah.
Agar kita tidak salah dalam memahami Kepercayaan maka  dalam memilih kepercayaan itu harus berpandangan dan menjalur kepada kebenaran yang mutlak dan hakiki, kebenaran yang benar adalah pangkal kebenaran itu sendiri, kebenaran atau pangkal kebenaran yang bersumber dari pencipta yaitu tuhan.
Kita pasti sepakat, semua alam semesta beserta isinya tidak mungkin tercpta terbentuk dengan sendiri tanpa sebuah creator /pencipta,  secara logika akal dengan system dan luasnya alam semesta ini siapa pembuatnya? kalian semua akan berpikir dialah sang maha hebat, cerdas dan segal- galanya maka dari itu hanyalah Tuhan yang bisa ..

Pertanyaannya, siapa tuhan yang harus kita anut ? karena banyak sekali agama dengan cara mereka masing-masing dan tuhan mereka msing-masing. Nah disinilah guna Instrument pengetahuan ( Indra, akal, hati nurani ) untuk mencarinya ....


TO BE CONTINUED TO Part 2
By : Diqulisme 

HMI Agro Lamongan Berdialog ( Ber- Diskusi-Logika )

ALLAH MAHA MENGETAHUI ,BAGAIMANA KITA BISA TAHU ?

Assalamu'alaikum wr. wb

  Nah , jangan biasakan kita menerima sesuatu yang hanya di imani saja dan tak ada logika yang menjadi dasar dan logis untuk diterima oleh akal kita , kita tahu bahwa Allah maha mengetahui , bagaimana kita tahu bahwa Allah maha mengetahui ? Hayoooooo !!! bingung toh ?

  Mari kita tela'ah firman Allah ini " awwalu wal akhiru wazZohiru walbathinu wa huwa bikulli syai'in alim". Disini kita bisa melihat bahwa Allah itu Awwalu Wal Akhir maka Allah awal mengawali ( menciptakan ) dan mengakhiri ( Memusnahkan ) , maka kita bisa Ber-Logika sebagai berikut.


  

  kita bisa tahu bahwa Allah maha tahu karena kita didalamnya Allah , maka dia tahu setiap tidak dan perilaku kita , entah perilaku tingkah, maupun hati, nah itu adalah logika kecil untuk bisa menjawab pertanyaan diatas ..
semoga bermafaat bagi kita sebagai umat muslim ^_^ ..

Wa'alaikumsalam wr.wb.

HMI Agro Lamongan Berdialog ( Ber- Diskusi-Logika )

ALLAH MAHA BESAR DAN ALLAH MAHA PENCIPTA

Assalamu'alaikum. wr. wb.

   Kata ini tidak asing bagi kita untuk seorang muslim dimanapun dia berada, suatu ketika seorang muslim yang hanya iman dan tidak memiliki dan tidak mau menambah wawasan pasti akan terbingungkan dengan sebuah pertanyaan seperti ini " Jika Allah maha besar dan maha pencipta , apakah Allah bisa menciptakan sesuatu yang lebih besar dari Dia, karena dia maha pencipta  yang tak mungkin tak bisa menciptakan apapun ? ", seorang muslim yang imannya tinggipun akan kebingungan dengan pertanyaan tersebut.
  
  Sebagai seorang muslim kita seharusnya mengup-grade diri dengan wawasan yang luas, karena dengan seorang muslim yang wawasan luas maka kita tidak mudah dipatahkan iman, argumen yang sangat meruntuhkan iman dari seorang yang ingin merusak aqidah islam.

  Mari kita mulai menjawab pertanyaan yang sering digunakan seorang yang ingin menghancurkan aqidah dan iman seseorang muslim tersebut , suatu malam minggu 28/ 11 /2015 di KOMISARIAT AGRO LAMONGAN ( Himpunan Mahasiswa Islam) kami sedang berdiskusi , ada 4 anak yang sedang berdiskusi , saya sendiri , Syarif, Zahrul, dan Farda. Saat itu kami sedang berdiskusi masalah bagaimana sebuah kepercayaan itu dapat menghasilkan suatu tata nilai untuk menompang kehidupan manusia individu maupun kelompok ( Umat ), tak lama setelah diskusi berlangsung secara tiba-tiba salah satu dari seseorang dari kami memiliki pertanyaan seperti diatas.

  Nah inilah jawaban dari diskusi atas pertanyaan yang singkat tapi membuat kepala panas bak air yang mendidih di panci ( wkwkwkwkwk ). mari kita ber Logika dengan contoh dibawah ini..


gambar diatas allah maha besar jadi tidak ada ruang atau Space karena semua ruang sudah diisi oleh Allah yang maha Besar tersebut , maka kita bisa menjawab dengan suatu jawaban yang ke -1 " Allah bisa menciptakan yang lebih besar darinya tapi sanggupkah kamu ( manusia menciptakan space atau ruang utnuk allah menciptakan sesuatu yang lebih besar dari dia ?", layaknya cerita Abu nawaas dengan seorang Rajanya, rajanya berkata ada Abu nawas :" Hey, Abu nawas apakah kamu bisa mengukur tinggi bintang itu ?" dengan cerdas Abu nawas menjawab;'' Bisa Rajaku, asalkan Rajaku bisa membuatkan aku Tangga yang tingginya bisa menjangkau bintang agar aku bisa menghitung jarak tinggi bingtang tersebut ?". Akhirnya si Raja terdiam karena diapun tak sanggup untuk melakukan suruhan si Abu nawas . jawaban yang ke-2 untuk pertanyaan yang kedua  , Allah memiliki sifat dalah Asmaul Husna yaitu Maha Mengetahui  . Nah disini kita tahu Allah pun tidak bodoh , jikalau Allah menciptakan yang lebih besar dari Dia maka dia tidak akan disebut tuhan lagi karena ada yang lebih besar dari Dia, suatu contoh Logika Si-A berkerja sebulan dengan mendapat upah/gaji Rp. 1.500.000, suatu ketika Si-A ingin membeli hp dengan harga Rp. 1.500.000 tapi kebutuhan hidup selama sebulan tidak ada , jadi Si-A berkeputusan agar dia tidak membeli Hp tersebut walaupun di sanggup membelinya,  nah itu sebagai logika kenapa  Allah tidak mau menciptakan yang lebih besar dari Dia karena dampaknya Allah akan tidak menjadi Tuhan lagi , karenan sifat maha besarnya sudah diganti oleh ciptaan-Nya yang lebih besar, disinilah sifat Allah Maha Mengetahui berperan ..
bagaimana ? sudah masuk ke dalam logika anda ?
  itu sepenggal diskusi kami Kader KOMISARIAT AGRO LAMONGAN ( Himpunan Mahasiswa Islam) , semoga bermanfaat bagi kita seorang muslim untuk selalu mengup-grade diri menjadi seorang muslim yang berintelektual, sehingga tidak mudah di patahkan ke islaman kita.
terima kasih ..

YAKUSA
Himpunan Mahasiswa Islam 
Komisariat Agro Lamongan
Cabang Tuban

Wassalamu'alaikum. wr. wb