Senin, 30 November 2015

NDP ( Himpunan Mahasiswa Islam) by : Diqulisme

BAB 1. Nilai-nilai Dasar Kepercayaan ( part 1 )

Berbicara masalah agama yang benar dengan agama yang salah adalah sebuah masalah yang terus di kaji atau di bahas secara sendiri dan tidak menyorak-sorakan dan mengvonis bahwa kamu agama (A) adalah agama yang salah karna dengan cara itu ,tidak membuat perdamaian malah –malah  akan membuat sebuah suatu permusuhan yang berakibatkan perang agama sampai berdarah darah karna terkait dengan agama sendiri sendiri.
Agama adalah sebuah nilai-nilai yang di anut suatu kaum atau kelompok yang membuat kaum itu memiliki keteraturan dalam hidup, nah konsep ini bisa kita sebut sebuah kepercayaan. kepercayaan adalah suatu keadaan batin / hati untuk mengikuti sebuah benda/dzat sebagai pegangan hidup atau bisa kita bilang kretek nang ati. Disinilah peran kepercayaan disetiap individu, kepercayaan yang akan menghasilkan tata nilai untuk menompang kebudayaan sehingga seseeorang individu yang tidak memiliki keyakinan maka hidupnya nampak seperti kapal tanpa kapten yang terombang-ambing terkena hantaman ombak tak tentu arah mau kemana akan pergi.
Tetapi dengan adanya kepercayaan seseorang individu akan memiliki ketereturan dalam kehidupan sehari hari ada tujuan, fungsi dan peran yang sangat jelas maka dari itu kepercayaan sangat berpengaruh pada pribadi individu dalam filsafat HmI berkata ,"Pemahaman yang salah akan mengakibatkan Pola Pikir yang salah,Pola Pikir yang akan mengakibatkan Perilaku yang salah. suatu contoh si A memiliki pemahaman salah bahwa patung adalah tuhan sehingga pola pikir nya tuhan sebagai patung pikiranya yang tuhan sebagai patung harus di buat sedemikian rupa sesuai dengan kekuatan yang ada sehingga si A berprilauku jika tuhan patung adalah berbentuk matahari maka mereka menyembah matahari dengan situasi yang di buat si A sendiri karna allah memiliki sifat iradat (kemauan) maka bisa saja allah meridhoi apa yang di lakukan si A yang mengakibatkan pengaruh ke masyarakat  umum dan berakibat mereka mengikutinya, nah disini peran akal dan hati nurani untuk untuk memilah mana yang benar dan mana yang salah.
Agar kita tidak salah dalam memahami Kepercayaan maka  dalam memilih kepercayaan itu harus berpandangan dan menjalur kepada kebenaran yang mutlak dan hakiki, kebenaran yang benar adalah pangkal kebenaran itu sendiri, kebenaran atau pangkal kebenaran yang bersumber dari pencipta yaitu tuhan.
Kita pasti sepakat, semua alam semesta beserta isinya tidak mungkin tercpta terbentuk dengan sendiri tanpa sebuah creator /pencipta,  secara logika akal dengan system dan luasnya alam semesta ini siapa pembuatnya? kalian semua akan berpikir dialah sang maha hebat, cerdas dan segal- galanya maka dari itu hanyalah Tuhan yang bisa ..

Pertanyaannya, siapa tuhan yang harus kita anut ? karena banyak sekali agama dengan cara mereka masing-masing dan tuhan mereka msing-masing. Nah disinilah guna Instrument pengetahuan ( Indra, akal, hati nurani ) untuk mencarinya ....


TO BE CONTINUED TO Part 2
By : Diqulisme 

HMI Agro Lamongan Berdialog ( Ber- Diskusi-Logika )

ALLAH MAHA MENGETAHUI ,BAGAIMANA KITA BISA TAHU ?

Assalamu'alaikum wr. wb

  Nah , jangan biasakan kita menerima sesuatu yang hanya di imani saja dan tak ada logika yang menjadi dasar dan logis untuk diterima oleh akal kita , kita tahu bahwa Allah maha mengetahui , bagaimana kita tahu bahwa Allah maha mengetahui ? Hayoooooo !!! bingung toh ?

  Mari kita tela'ah firman Allah ini " awwalu wal akhiru wazZohiru walbathinu wa huwa bikulli syai'in alim". Disini kita bisa melihat bahwa Allah itu Awwalu Wal Akhir maka Allah awal mengawali ( menciptakan ) dan mengakhiri ( Memusnahkan ) , maka kita bisa Ber-Logika sebagai berikut.


  

  kita bisa tahu bahwa Allah maha tahu karena kita didalamnya Allah , maka dia tahu setiap tidak dan perilaku kita , entah perilaku tingkah, maupun hati, nah itu adalah logika kecil untuk bisa menjawab pertanyaan diatas ..
semoga bermafaat bagi kita sebagai umat muslim ^_^ ..

Wa'alaikumsalam wr.wb.

HMI Agro Lamongan Berdialog ( Ber- Diskusi-Logika )

ALLAH MAHA BESAR DAN ALLAH MAHA PENCIPTA

Assalamu'alaikum. wr. wb.

   Kata ini tidak asing bagi kita untuk seorang muslim dimanapun dia berada, suatu ketika seorang muslim yang hanya iman dan tidak memiliki dan tidak mau menambah wawasan pasti akan terbingungkan dengan sebuah pertanyaan seperti ini " Jika Allah maha besar dan maha pencipta , apakah Allah bisa menciptakan sesuatu yang lebih besar dari Dia, karena dia maha pencipta  yang tak mungkin tak bisa menciptakan apapun ? ", seorang muslim yang imannya tinggipun akan kebingungan dengan pertanyaan tersebut.
  
  Sebagai seorang muslim kita seharusnya mengup-grade diri dengan wawasan yang luas, karena dengan seorang muslim yang wawasan luas maka kita tidak mudah dipatahkan iman, argumen yang sangat meruntuhkan iman dari seorang yang ingin merusak aqidah islam.

  Mari kita mulai menjawab pertanyaan yang sering digunakan seorang yang ingin menghancurkan aqidah dan iman seseorang muslim tersebut , suatu malam minggu 28/ 11 /2015 di KOMISARIAT AGRO LAMONGAN ( Himpunan Mahasiswa Islam) kami sedang berdiskusi , ada 4 anak yang sedang berdiskusi , saya sendiri , Syarif, Zahrul, dan Farda. Saat itu kami sedang berdiskusi masalah bagaimana sebuah kepercayaan itu dapat menghasilkan suatu tata nilai untuk menompang kehidupan manusia individu maupun kelompok ( Umat ), tak lama setelah diskusi berlangsung secara tiba-tiba salah satu dari seseorang dari kami memiliki pertanyaan seperti diatas.

  Nah inilah jawaban dari diskusi atas pertanyaan yang singkat tapi membuat kepala panas bak air yang mendidih di panci ( wkwkwkwkwk ). mari kita ber Logika dengan contoh dibawah ini..


gambar diatas allah maha besar jadi tidak ada ruang atau Space karena semua ruang sudah diisi oleh Allah yang maha Besar tersebut , maka kita bisa menjawab dengan suatu jawaban yang ke -1 " Allah bisa menciptakan yang lebih besar darinya tapi sanggupkah kamu ( manusia menciptakan space atau ruang utnuk allah menciptakan sesuatu yang lebih besar dari dia ?", layaknya cerita Abu nawaas dengan seorang Rajanya, rajanya berkata ada Abu nawas :" Hey, Abu nawas apakah kamu bisa mengukur tinggi bintang itu ?" dengan cerdas Abu nawas menjawab;'' Bisa Rajaku, asalkan Rajaku bisa membuatkan aku Tangga yang tingginya bisa menjangkau bintang agar aku bisa menghitung jarak tinggi bingtang tersebut ?". Akhirnya si Raja terdiam karena diapun tak sanggup untuk melakukan suruhan si Abu nawas . jawaban yang ke-2 untuk pertanyaan yang kedua  , Allah memiliki sifat dalah Asmaul Husna yaitu Maha Mengetahui  . Nah disini kita tahu Allah pun tidak bodoh , jikalau Allah menciptakan yang lebih besar dari Dia maka dia tidak akan disebut tuhan lagi karena ada yang lebih besar dari Dia, suatu contoh Logika Si-A berkerja sebulan dengan mendapat upah/gaji Rp. 1.500.000, suatu ketika Si-A ingin membeli hp dengan harga Rp. 1.500.000 tapi kebutuhan hidup selama sebulan tidak ada , jadi Si-A berkeputusan agar dia tidak membeli Hp tersebut walaupun di sanggup membelinya,  nah itu sebagai logika kenapa  Allah tidak mau menciptakan yang lebih besar dari Dia karena dampaknya Allah akan tidak menjadi Tuhan lagi , karenan sifat maha besarnya sudah diganti oleh ciptaan-Nya yang lebih besar, disinilah sifat Allah Maha Mengetahui berperan ..
bagaimana ? sudah masuk ke dalam logika anda ?
  itu sepenggal diskusi kami Kader KOMISARIAT AGRO LAMONGAN ( Himpunan Mahasiswa Islam) , semoga bermanfaat bagi kita seorang muslim untuk selalu mengup-grade diri menjadi seorang muslim yang berintelektual, sehingga tidak mudah di patahkan ke islaman kita.
terima kasih ..

YAKUSA
Himpunan Mahasiswa Islam 
Komisariat Agro Lamongan
Cabang Tuban

Wassalamu'alaikum. wr. wb